resistive is better than capacitive, damn it (sumber kaskus)
saat ini tren device touchscreen adalah bahwa layar capacitive adalah masa depan, adalah sesuatu yang agung dan sesuatu yang semacam simbol status bagi device itu sendiri, dalam artian kalau capacitive maka kelasnya lebih tinggi dari resistive.
hell, that's seriously misleading, and some would actually find it stupid and a step backward technologically and functionality.
gw beri contoh kasus :
1. antigores dapat menyusahkan penggunaan device berlayar capacitive, padahal kecuali layar menggunakan kaca anti peluru yg antigores maka antigores masih cukup diperlukan untuk melindungi layar.
2. hanya dapat digunakan dengan lapisan kulit kita, stylus tidak bisa (kec stylus khusus), kuku tidak bisa, jari yang diperban tidak bisa, sarung tangan tidak bisa, benda lain tidak bisa.
3. sehubungan dengan nomor 2 maka kecenderungannya device ber layar capacitive adalah UI harus berukuran relatif lebih besar daripada device ber layar resistive, eve wondered why iphone icons are so big? that's why...some would find it a waste of space, and that's why until now there are no capacitive device with screen as small as blackberry sized qwerty devices, walaupun ada pasti kalau tidak kepadatan informasinya dalam 1 layar kecil jika icon2nya gede2 seukuran icon iphone atau susah dgunakan bila icon2nya kecil.
4. multi touch is very exaggerated/overhyped, and actually most of times feel stupid, kalau gw pikirin, multitouch baru berguna untuk hal2 spt gaming, atau advanced tasks spt misal editing video, mungkin juga advanced controlling apps.....
permasalahannya adalah siapa yang ngelakuin hal2 advanced tasks di hp? sekalipun itu pda smartphone super canggih, masa ada yang mau editing video di hp? -yg kompleks macam adobe premiere loh ya karena ini yang bisa benefit dari multitouch, bukan editing cupu ala abg2 di hp biasa-
untuk game pun, kecuali layar dari device itu minimal segede iphone, tidak nyaman untuk menggunakan multitouch karena kecenderungan layar tertutup 2 jari jadi ga kelihatan....itupun devices dg layar gede2 semacam toshiba tg1 (4.1 inch), htc hd2 (4.3 inch) sudah cenderung tidak nyaman sebagai hp karena kegedean (batas nyaman ada di 3.5-3.8 inch, jadi iphone, satio, n97, omnia hd, omnia ii dan htc touch hd)....toh kalo cuma sekadar main game, there are nintendo and psp for that.
kalau cuma untuk keperluan multimedia viewer, simple office editing dan hal2 yg bisa dilakukan smartphone/device sekarang, sebenarnya multitouch kurang fungsional dan cuma lebih mementingkan gaya......
contohnya zooming ala iphone (pinch zoom)? mungkin menarik perhatian abg, atau orang gaptek.... atau juga geeks pada awalnya, tapi kalau udah pernah menggunakan single touch zoom kaya di htc manila/tf3d/sense atau misal pic browser di samsung atau bahkan sekadar double tap to zoom, pasti multi touch zoom justru terasa bodoh....untuk apa harus mengerahkan 2 tangan kalau 1 tangan saja bisa?
overhyped bukan?
5. gabungkan no 2, 3, dan 4 dg 1 contoh kasus : anda sedang membawa barang belanjaan berat di 1 tangan sedangkan tangan anda yang satu lagi ternyata jempolnya di plester tiba2 anda ingin mengecek sesuatu di iphone, what would happen? dang! you cannot operate your iphone! rofl.....! dg jempol terplester dan tangan yang 1 lagi sedang digunakan untuk hal yang lain, iphone anda jadi sebuah stupid device yang kalah dari hp 300rban lol....
memang ada solusinya, but still, it's very stupid situation, isn't it?
6. capacitive ga ada hubungannya dg kualitas layar secara langsung.
nah itulah analisa gw mengenai capacitive vs resistive.....yg dimana gw menyimpulkan capacitive = overhyped dan saat ini justru gw lihat tidak/kurang berguna utk handheld..

ga selamanya sensitifitas layar kapasitif itu menjadi keunggulan, malah kadang bisa jadi boomerang kalo oversensitif, kesentuh dikit aja dia udah ngira kita ngeklik.
kalo buat ane pribadi seh layar kapasitif ga sebegitu superiornya dibanding resistif...
ane make nokia 5230 GA kalah responsif pencetannya dibanding layar2 kapasitif yang udah ane coba juga, kaya SE x10minipro, Galaxy ACE, Galaxy TAB. Malah buat ngetik sms ane lebih nyaman n cepet make resistif, di ACE n G.TAB ane masih suka salah pencet, atau ga keregister pencetan ane,padahal posisi jarinya udah pas. apalagi X10mini, susehhh mana layarnya kecil gitu paka kapasitif pula. Di nokia 5230 ane, mau pake ujung jari kek, mau apa aja yang tumpul asal ga ngerusak layar, OK.
nah emang, saat ini kebanyakan hp yang pake layar kapasitif udah dipasangin mulitouch juga, dari pada one finger tap, ane emang lebih prefer pich zooming karena lebih enak ngatur level berapa % zoom yang kita pengen.
BUT, multitouch ARE NOT COURTESY OF CAPACITIVE TOUCHSCREENS, karena sekarang teknologi kapastif lebih populer aja makanya multitouch baru diimplementasi di hp2 berlayar kapasitif, buktinya banyak juga android2 berlayar kapasitif yang layarnya emang ga dipasangin multitouch. Multitouch juga bisa diaplikasi di layar resistif, belum ada dipake di hp karena udah kalah tenar dibanding kapasitif aja.
Spoiler for resistive multitouch:
By now we’re all used to multi touch capacitive displays where the slightest brush of our fingers can zoom and pan the application. At Embedded World in Nuremburg, Toshiba showed off their prototype of a Resistive Multi-touch display using an ARM Cortex-M3 micro-controller. Most people don’t have any problems with just using a capacitive screen, but in industrial and medical applications it’s often necessary for the users to wear gloves, negating the benefit of capacitive screens. Resistive screens are also much less expensive than their same-sized capacitive counterparts, and are often more durable. Toshiba will have the ability to market this technology to touchscreen markets from ATM’s to Point of Sale registers and beyond.
Simon Flatt, Toshiba’s rep at the Embedded World show said about the prototype, “What Toshiba has done is they’ve come up with a very clever algorithm that allows a typical resistive touch screen to become a pinch and zoom, multitouch touch screen.” Toshiba plans to develop an ASSP (application specific standard product) that will turn this prototype into a product that can be added onto a standard resistive touch screen to provide the multi touch capability. This chip will be able to add multitouch functionality to the single point input resistive displays that are already in the field. Flatt said that this should hit the market within the next couple of months.
This video, taken by ARM at the Embedded World show, shows the function of Toshiba’s new prototype. Those are Flatt’s fingers demonstrating a simple pan-and-zoom of a photograph using the pinch style of multi touch gesture. That’s seriously nifty.
source
INTINYA, salah kaprah yang bilang layar resistif itu ketinggalan jaman, makenya ribet, ga responsif, bla2...layar resistif jaman sekarang juga sama bagusnya n fungsionalnya dibanding kapasitif,
sure, yang dulu sempet make touchscreen di motorola a1000 atau SE M600 atau PDA jaman2 windows mobile pasti ngerasa ga enak make layar resistif, ane juga gedek makenya, tapi waktu make 5230, ato nyoba2 n97 ato c6 tmen2 ane, enak n nyaman bgt, apalagi buat ngetik,
satu lagi, di android rata2 kerasa lebih responsif, pas klik apa2 langsung kebuka, itu bukan karena layarnya, tapi emang jeroannya kenceng smua
ane bukan membenci layar kapasitif, tapi mau share aja, siapa bilang layar resistif kalah dibanding kapasitif, sama juga kaya : siapa bilang Layar Plasma kalah dibanding LCD. Masing2 teknologi itu punya kelebihan n kekurangan masing2, bukan berarti mutlak superior dibanding yang lain




